TAKSIDERMI
ULAR
Taksidermi
adalah replikasi hewan mati yang terbuat dari kulit hewan yang diisi dengan
kapuk atau sabut kelapa. Hewan-hewan
yang biasa dibuatkan taksidermi adalah ular, kelinci, biawak, kura-kura, pongo,
dan kera. Taksidermi biasanya digunakan
sebagai media dalam pembelajaran biologi dan juga sebagai hiasan.
Keunggulan taksidermi sebagai media
pembelajaran biologi adalah keasliannya karena terbuat dari hewan asli dan tidak membahayakan bagi siswa. Sedangkan
kelemahannya adalah hanya morfologi hewan
saja yang bias diamati melalui taksidermi.
Berikut
ini disajikan alat, bahan, serta langkah-langkah menbuat Taksiderni Ular. Cara
pembuatan yang kami plih adalah menguranggi pemakaian bahan kimia berbahaya.
Sebagai pengganti formalin untuk bahan pengawet ular, kami gunakan garam dapur.
Namun untuk pembius ular kami masih menggunakan kloroform, karena kami
membutuhkan bentuk utuh ular untuk taksidermi ini.
Bahan yang digunakan:
1. Ular 1 ekor dengan
panjang 2 m
2. Garam 1 kg
3. Kloroform 30 ml
4. Kapuk 1 Kg
5. Nilon 3 m
6. Kawat 3 m
7. Manik-manik 2 buah
8. Ranting
kayu
9. Cat
warna coklat
10. Vernis
11. Kuas
cat
12. Pot
13. Kerikil
dan tanah liat
14. Air
kran yang mengalir
15. Kertas
label klasifikasi ular.
Alat yang digunakan
adalah:
1. Gunting
yang tajam
2. Jarum
jahit yang besar
3. Pisau
yang tumpul
4. Ember
dan tutupnya
Langkah-langkah membuat
Taksidermi Ular:
1. Membius
ular dengan menggunakan kloroform.
Pembiusan
ini dilakukan dengan cara memasukan kloroform
ke dalam kantong plastik, lalu memasukkan kepala ular ke dalamnya, dan kemudian
meng ikat kantong tersebut. Selanjutnya memasukkan ular ke dalam ember yang
tertutup. Biarkan selama 5 menit
2. Mendislokasi
ular dengan cara menarik kepala dan ekornya secara bersamaan.
3. Menggunting
bagian ventral ular yang sejajar
dengan linea alba sepanjang 10 cm.
4. Melepas
kulit ular dengan cara menarik kulit sehingga terpisah dai ototnya.
Pelepasan
kulit ini harus dilakukan dengan hati-hati agar kulit ular tidak robek.
5. Membersihkan
kulit ular dari otot dan lemak yang masih menempel dengan menggunakan pisau
yang tumpul.
Pembersihan
ini mempunyai peran sangat penting dalam menjaga ketahanan taksidermi. Otot dan lemak
yang masih menempel pada kulit dapat mempercepat pembusukan taksidermi karena
di sana akan tumnbuh mikroba pembusuk.
6. Mengeluarkan
otot dan kemak serta mata ular di bagian kepala.
7. Mencuci
kulit ular pada air yang mengalir sambil membersihkan sisa-sisa lemaknya.
8. Mengisi
rongga kulit ulat dengan garam .
9. Menyimpan
kulit yang berisi garam ini di dalam ember yang tertutup agar tidak
dimakan tikus. Biarkan selam 24 jam.
10. Menccuci
kulit ular yang berisi garam pada air yang mengalir.
11. Menjemur
kulit ulat di bawah sinar matahari selama 30 menit.
Dalam
penjemuran ini kulit ular harus tetap diawasi agar tidak dimakan hewan dan
jangan sampai kulit ular mengeras.
12. Mengisi
rongga kulit ular dengan kapuk.
13. Proses
ini dapat dipermudah dengan menggunting bagian-bagian tertentu untuk memasukkan
kapuk.
14. Mengguntinggya tidak boleh lebig dari 5 cm agar kulit ular tetap
terlihat rapi.
15. Menjahit
bagian kulit yang digunting dengan menggunakan nilon dan penjahit.
16. Memasangkan
manic-manik pada rongga mata ular,
17. Menjemur
ular di bawah sinar matahari selama 30 menit.
18. Memvernis
kulit ular dan menjemurnya kembali selama 30 menit.
19. Mengecat ranting kayu dengan cat warna coklat.
20. Memasukkan
ujung ranting pada sebuah pot dan mengisi pot tersebut dengan batu dan tanah
liat.
21. Melilitkan
ular pada ranting kayu tersebur dan diikatkan keranting dengan nilon.
22. Menempelkan
atau menggantungkan kertas klasifikasi ular pada ranting kayu tersebut.
Pembuatan
taksidemmi ini membutuhkan waktu sekitra tiga hari. Biaya yang dibutuhkan
sekitar dua ratus ribu rupiah, yang terdiri dari lima puluh ribu untuk ular dan lima puluh ribu untuk
bahan lainnya. Jika, Anda bisa membeli
ular dengan harga yang lebih murah atau mungkin memcarinya sendiri, maka dana
yang dibutuhkan tentu bisa jauh lebih rendah. SLAMAT MENCOBA!!!

Proses Taksidermi Ular ini berarti membius Ular yang hidup dan dimatiin?????
BalasHapusiya..
HapusApakah menerima jasa pengawetan ular?
BalasHapussaya hanya share pengalaman waktu kuliah. tidak buka jasa pengawetan ular,, ^^
Hapusapakah sama cara untuk mengawetkan biawak kak...
BalasHapusKalau ularnya masih di bawah 1m apa harus di kuliti juga? Dan kalau tidak perlu gimana cara mengawetkannya?
BalasHapus