Pages

Rabu, 01 Mei 2013

CARA MEMBUAT TAKSIDERMI ULAR


TAKSIDERMI ULAR



Taksidermi adalah replikasi hewan mati yang terbuat dari kulit hewan yang diisi dengan kapuk atau  sabut kelapa. Hewan-hewan yang biasa dibuatkan taksidermi adalah ular, kelinci, biawak, kura-kura, pongo, dan kera.  Taksidermi biasanya digunakan sebagai media dalam pembelajaran biologi dan juga sebagai hiasan. Keunggulan  taksidermi sebagai media pembelajaran biologi adalah keasliannya karena terbuat dari hewan asli dan  tidak membahayakan bagi siswa. Sedangkan kelemahannya adalah hanya morfologi hewan  saja yang bias diamati melalui taksidermi.
Berikut ini disajikan alat, bahan, serta langkah-langkah menbuat Taksiderni Ular. Cara pembuatan yang kami plih adalah menguranggi pemakaian bahan kimia berbahaya. Sebagai pengganti formalin untuk bahan pengawet ular, kami gunakan garam dapur. Namun untuk pembius ular kami masih menggunakan kloroform, karena kami membutuhkan bentuk utuh ular untuk taksidermi ini.
Bahan yang digunakan:
1. Ular                                   1 ekor dengan panjang 2 m
2. Garam                               1 kg
3. Kloroform                        30 ml
4. Kapuk                               1 Kg
5. Nilon                                 3 m
6. Kawat                               3 m
7. Manik-manik                     2 buah
8. Ranting kayu
9. Cat warna coklat 
10. Vernis
11. Kuas cat
12. Pot
13. Kerikil dan tanah liat
14. Air kran yang mengalir
15. Kertas label klasifikasi ular.

Alat yang digunakan adalah:
1. Gunting yang tajam
2. Jarum jahit yang besar
3. Pisau yang tumpul
4. Ember dan  tutupnya

Langkah-langkah membuat Taksidermi Ular:
1. Membius ular dengan menggunakan kloroform.
 Pembiusan ini dilakukan dengan cara memasukan kloroform  ke dalam kantong plastik, lalu memasukkan        kepala ular ke dalamnya, dan kemudian meng ikat kantong tersebut. Selanjutnya memasukkan ular ke dalam ember yang tertutup. Biarkan selama 5 menit

2. Mendislokasi ular dengan cara menarik kepala dan ekornya secara bersamaan.

3. Menggunting bagian ventral ular yang sejajar dengan linea alba sepanjang 10 cm.

4. Melepas kulit ular dengan cara menarik kulit sehingga terpisah dai ototnya.

Pelepasan kulit ini harus dilakukan dengan hati-hati agar kulit ular tidak robek.

5. Membersihkan kulit ular dari otot dan lemak yang masih menempel dengan menggunakan pisau yang tumpul.
Pembersihan ini mempunyai peran sangat penting dalam  menjaga ketahanan taksidermi. Otot dan lemak yang masih menempel pada kulit dapat mempercepat pembusukan taksidermi karena di sana akan tumnbuh mikroba pembusuk.

6. Mengeluarkan otot dan kemak serta mata ular di bagian kepala.

7. Mencuci kulit ular pada air yang mengalir sambil membersihkan sisa-sisa lemaknya.

8. Mengisi rongga kulit ulat dengan garam .

9. Menyimpan kulit yang berisi garam  ini  di dalam ember yang tertutup agar tidak dimakan tikus. Biarkan selam 24 jam.

10. Menccuci kulit ular yang berisi garam pada air yang mengalir.

11. Menjemur kulit ulat di bawah sinar matahari selama 30 menit.
Dalam penjemuran ini kulit ular harus tetap diawasi agar tidak dimakan hewan dan jangan sampai kulit ular mengeras.
12. Mengisi rongga kulit ular dengan kapuk.

13. Proses ini dapat dipermudah dengan menggunting bagian-bagian tertentu untuk memasukkan kapuk. 

14. Mengguntinggya tidak boleh lebig dari 5 cm agar kulit ular tetap terlihat rapi.

15. Menjahit bagian kulit yang digunting dengan menggunakan nilon dan penjahit.

16. Memasangkan manic-manik pada rongga mata ular,

17. Menjemur ular di bawah sinar matahari selama 30 menit.
18. Memvernis kulit ular dan menjemurnya kembali selama 30 menit.

19. Mengecat ranting kayu dengan cat warna coklat.

20. Memasukkan ujung ranting pada sebuah pot dan mengisi pot tersebut dengan batu dan tanah liat.

21. Melilitkan ular pada ranting kayu tersebur dan diikatkan keranting dengan nilon.

22. Menempelkan atau menggantungkan kertas klasifikasi ular pada ranting kayu  tersebut.

Pembuatan taksidemmi ini membutuhkan waktu sekitra tiga hari. Biaya yang dibutuhkan sekitar dua ratus ribu rupiah, yang terdiri dari  lima puluh  ribu untuk ular dan lima puluh ribu untuk bahan  lainnya. Jika, Anda bisa membeli ular dengan harga yang lebih murah atau mungkin memcarinya sendiri, maka dana yang dibutuhkan tentu bisa jauh lebih rendah. SLAMAT MENCOBA!!!






6 komentar:

  1. Proses Taksidermi Ular ini berarti membius Ular yang hidup dan dimatiin?????

    BalasHapus
  2. Apakah menerima jasa pengawetan ular?

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya hanya share pengalaman waktu kuliah. tidak buka jasa pengawetan ular,, ^^

      Hapus
  3. apakah sama cara untuk mengawetkan biawak kak...

    BalasHapus
  4. Kalau ularnya masih di bawah 1m apa harus di kuliti juga? Dan kalau tidak perlu gimana cara mengawetkannya?

    BalasHapus